A. STRESS
1.
Pengertian Stress
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik,
psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja
keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa
sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk
ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan
ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Efek Stress
Keringat berlebih
Hal yang mudah
dikenali saat seseorang mengalami stress adalah keluarnya keringat berlebih.
Keluarnya keringat berlebih ini dipengaruhi oleh detak jantung.
Ketika
seseorang mengalami tekanan yang berat maka denyut jantung akan berdetak lebih
kencang dan akan merasakan mati rasa di bagian tangan dan kaki.
Kesulitan dalam memutuskan sesuatu
Karena emosi
yang terganggu, maka secara langsung dapat mengakibatkan seseorang kehilangan
konsentrasinya. Inilah alasan utama kenapa seseorang yang terserang stress akan
lebih kesulitan dalam memutuskan sesuatu.
Daya pikir
seseorang juga akan mengalami gangguan, tingkat keparahan bergantung penuh pada
tekanan dan depresi yang dialami.
Perubahan suasana hati
Jika emosional
seseorang terganggu maka suasana hatinya pun akan ikut terganggu. Perubahan
suasana hati yang tidak terduga dapat berpengaruh pada orang disekitarnya.
Selain
perubahan mood, stress juga dapat memicu munculnya kepanikan yang tidak
beralasan. Jika hal ini sudah ditemukan, maka itu menjadi tanda bahwa depresi
yang dialami seseorang sudah parah dan perlu segera mendapat pertolongan.
Nyeri otot
Banyak yang
tidak menyadari bahwa nyeri otot yang dirasakan disebabkan oleh tekanan mental
yang begitu kuat. Selain dapat memicu nyeri pada otot, stress juga dapat
menimbulkan kejang dan kaku.
Letih dan lesu
Efek lain dari
stress yang berakibat pada tubuh adalah letih dan lesu. Selain letih dan lesu,
biasanya sering ditemukan pusing dan sakit kepala.
Kehilangan kepercayaan diri
Rasa frustasi
yang ditimbulkan dan mengarah pada kehilangan kepercayaan diri pada seseorang.
Pada tingkat ini, seseorang akan lebih mudah marah dan sangat sensitif.
Kerontokan rambut
Dibanding pria,
kerontokan rambut yang dialami wanita karena stress lebih tinggi. Kerontokan
dan masalah penipisan pada rambut pada kaum hawa seringkali disebabkan oleh
gangguan ini.
Gangguan pada kulit
Stress
berlebihan dapat memicu tubuh memproduksi hormon adrenalin dalam jumlah banyak.
Hormon ini bertanggung jawab atas munculnya jerawat di wajah dan bagian tubuh
lainnya.
Selain masalah
jerawat, stress juga dapat memicu munculnya keriput dan ruam pada kulit. Hal
ini karena hormon yang diproduksi saat stress mengganggu produksi hormon
kolagen yang berperan penting pada kesehatan kulit.
Efek stress
bagi tubuh di atas dapat segera diatasi dengan melakukan beberapa langkah yang
tepat. Kami pernah mengulas tentang cara mengatasi gangguan kejiwaan ini.
2.
Faktor individual dan
social yang menjadi penyebab stress
Terdapat beberapa
faktor-faktor penyebab stres kerja. Penyebab stres kerja bisa dari dalam diri
individu sendiri yang bermasalah, faktor lingkungan sosial, faktor lingkungan
pekerjaan, ataupun keadaan pekerjaan yang memicu terjadinya stres.
Faktor lingkungan
Dimana perubahan yang
terjadi secara tidak pasti dalam lingkungan organisasi dapat mempengaruhi
tingakat stres dikalangan karyawan. Contohnya: keamanan dan keselamatan dalam
lingkungan pekerjaan, perilaku manejer terhadap bawahan, kurangnya kebersamaan
dalam lingkungan pekerjaan.
Faktor organisasional
Seperti tuntutan tugas
yang berlebihan, tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam kurung waktu
tertentu.
Faktor individual
Situasi atau kondisi
yang mempengaruhi kehidupan secara individual seperti faktor ekonomi, keluarga
dan kepribadian dari karyawan itu sendiri.
3. Tipe – tipe stress Psikologi
Diantaranya ada 4 tetapai dibagi lagi menjadi
2 yaitu Positif stres dan negatif stres
Positif stres adalah eustres yakni bisa
membantu perubahan dalam hidup.
Negatif stres adalah distress yakni perasaan
stres muncul dari frustasi, kecemasan,takut dll.
Tipe negatife stres yang terakhir yaitu over
stress yakni dari tekanan, konflik yang berkepanjangan sperti tekanan dan
konflik
4. .Symptom Reducing
Responses Terhadap Stress
- Penjelasan dan Pengertian symptom
– reducing responses terhadap stress
Kehidupan akan terus
berjalan seiring dengan brjalannya waktu. Individu yang mengalami stress tidak
akan terus menerus merenungi kegagalan yang ia rasakan. Untuk itu setiap
individu memiliki mekanisme pertahanan diri masing-masing dengan keunikannya
masing-masing untuk mengurangi gejala-gejala stress yang ada.
- Mekanisme
Pertahanan Diri
§ Indentifikasi
Indentifikasi adalah
suatu cara yang digunakan individu untuk mengahadapi orang lain dengan
membuatnya menjadi kepribadiannya, ia ingin serupa dan bersifat sama seperti orang
lain tersebut. Misalnya seorang mahasiswa yang menganggap dosen pembimbingnya
memiliki kepribadian yang menyenangkan, cara bicara yang ramah, dan sebagainya,
maka mahasiswa tersebut akan meniru dan berperilaku seperti dosennya.
§ Kompensasi
Seorang individu tidak
memperoleh kepuasan dibidang tertentu, tetapi mendapatkan kepuasaan dibidang
lain. Misalnya Andi memiliki nilai yang buruk dalam bidang Matematika, namun
prestasi olahraga yang ia miliki sangat memuaskan.
§ Overcompensation
/ Reaction Formation
Perilaku seseorang
yang gagal mencapai tujuan dan orang tersebut tidak mengakui tujuan pertama
tersebut dengan cara melupakan serta melebih-lebihkan tujuan kedua yang
biasanya berlawanan dengan tujuan pertama. Misalnya seorang anak yang ditegur
gurunya karena mengobrol saat upacara, beraksi dengan menjadi sangat tertib
saat melaksanakan upacara san menghiraukan ajakan teman untuk mengobrol.
• Sublimasi
Sublimasi adalah suatu
mekanisme sejenis yang memegang peranan positif dalam menyelesaikan suatu konflik
dengan pengembangan kegiatan yang konstruktif. Penggantian objek dalam
bentuk-bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat dan derajatnya lebih tinggi.
Misalnya sifat agresifitas yang disalurkan menjadi petinju atau tukang potong
hewan.
Proyeksi
Proyeksi adalah
mekanisme perilaku dengan menempatkan sifat-sifat bain sendiri pada objek
diluar diri atau melemparkan kekurangan diri sendiri pada orang lain. Mutu
Proyeksi lebih rendah daripada rasionalisasi. Contohnya seorang anak tidak
menyukai temannya, namu n ia berkata temannya lah yang tidak menyukainya.
Introyeksi
Introyeksi adalah
memasukan dalam diri pribadi dirinya sifat-sifat pribadi orang lain. Misalnya
seorang wanita mencintai seorang pria lalu ia memasukkan pribadi pria tersebut
ke dalam pribadinya.
Reaksi Konversi
Secara singkat
mengalihkan koflik ke alat tubuh atau mengembangkan gejala fisik. Misalnya
belum belajar saat menjelang bel masuk ujan, seorang anak wajahnya menjadi
pucat berkeringat.
Represi
Represi adalah konflik
pikiran, impuls-impuls yang tidak dapat diterima dengan paksaan ditekan ke
dalam alam tidak sadar dan dengan sengaja melupakan. Misalnya seorang karyawan
yang dengan sengaja melupakan kejadian saat ia di marahi oleh bosnya tadi
siang.
Supresi
Supresi yaitu menekan
konflik impuls yang tidak dapat diterima secara sadar. Individu tidak mau
memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan dirinya. Misalnya dengan berkata
“Sebaiknya kita tidak membicarakan hal itu lagi.”
Denial
Denial adalah
mekanisme perilaku penolakan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan. Misalnay
seorang penderita diabetes memakan semua makanan yang menjadi pantangannya.
Regresi
Regresi adalah
mekanisme perilaku seorang yang apabila menghadapi konflik frustasi, ia menarik
diri dari pergaulan. Misalnya artis yang sedang digosipkan selingkuh karena
malu maka ia menarik diri dari perkumpulannya.
Fantasi
Fantasi adalah apabila
seseorang menghadapi konflik-frustasi, ia menarik diri dengan
berkhayal/berfantasi, misalnya dengan lamunan. Contoh seorang pria yang tidak
memilki keberanian untuk menyatakan rasa cintanya melamunkan berbagai fantasi
dirinya dengan orang yang ia cintai.
Negativisme
Adalah perilaku
seseorang yang selalu bertentangan / menentang otoritas orang lain dengan
perilaku tidak terpuji. Misalkan seorang anak yang menolak perintah gurunya
dengan bolos sekolah.
Sikap Mengritik Orang
Lain
Bentuk pertahanan diri
untuk menyerang orang lain dengan kritikan-kritikan. perilaku ini termasuk
perilaku agresif yang aktif. Misalkan seorang karyawan yang berusaha
menjatuhkan karyawan lain dengan adu argument saat rapat berlangsung.
- Strategi Coping
untuk Mengatasi Stress..
Menghilangkan stress
mekanisme pertahanan dan penanganan yang berfokus pada masalah. Menurut Lazurus
penanganan stress atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu :
1. Coping
yang berfokus pada masalah (problem focused coping) adalah
istilah Lazurus untuk strategi kognitif untuk penanganan dtress atau coping
yang digunakan oleh individu yang mengahadapi masalahnya dan berusaha
menyelesaikannya.
2. Coping
yang berfokus pada emosi (problem focused coping) adalah
isitlah Lazurus untuk strategi penanganan stress diaman individu memberikan
respon terhadad situasi stress dengan cara emosional, terutama dengan
menggunakan penialaian defensif.
Kesimpulannya : stress dapat kita obati
melalui strategi copin maupun symtom reducing responses tetapi itu semua
kembali ke individu masin-masingmau di sembuhkan atau tidak?
5. Pendekatan
Problem Solving terhadap Stres
Bagaimana Meningkatkan
Toleransi Stres dan Pendekatan Berorientasi pada Tugas
Dalam Siswanto
dijelaskan dalam menangani stres yaitu menggunakan metode Biofeedback,
tekhniknya adalah mengetahui bagian-bagian tubuh mana yang terkena stres
kemudian belajar untuk menguasainya. Teknik ini menggunakan serangkaian alat
yang sangat rumit sebagai feedback. Tetapi jika teman-teman tahu
tentanghipno-self, teman-teman cukup menghipnotis diri sendiri dan
melakukan sugesti untuk diri sendiri, cara ini lebih efektif karena kita tahu
bagaimana keadaan diri kita sendiri. Dan jika teman-teman ingin melakukan hipno-self,
utamanya adalah tempat harus nyama dan tenang, dan teman-teman cukup
membangkitkan apa yang menyebabkan teman-teman stres, cari tahu gejalanya
hingga akar dari masalah tersebut, kemudian berikan sugesti-sugesti yang
positif, Insya Allah cara ini akan berhasil ditambah dengan
pendekatan secara spiritual (mengarah kepada Tuhan Semesta Alam).
Sumber :
http://health.detik.com/read/2013/02/05/152425/2161718/763/5/ketahuilah-ini-9-efek-mengerikan-dari-stres#bigpichttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24670/4/Chapter%20II.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar