Pekerjaan, Mengisi waktu luang dan Self Directed
Tentang PekerjaanA.1.
Pekerjaan adalah aktifitas utama yang dikerjakan manusia yang memiliki
persamaan kewajiban.1. Mengubah sikap terhadap perkerjaan· Definisi nilai perkerjaanNilai pekerjaan adalah bahwa nilai dari apa yang kita
kerjakan sebenarnya sangat bergantung kepada cara berpikir kita terhadap
pekerjaan itu. Sekecil apapun pekerjaan yang kita lakukan, jika kita memahami
bahwa pekerjaan itu adalah bagian dari sebuah perencanaan besar, atau bahwa
pekerjaan itu adalah proses menuju terwujudnya sesuatu yang besar, maka tidak
akan ada lagi perasaan kecil dalam hati kita ketika mengerjakan pekerjaan itu.· Apa yang
dicari dalam pekerjaanYang
dicari dalam pekerjaan adalah kenikmatan dalam bekerja, kenyamanan dalam
bekerja dan kepuasan kerja. Dimana bagian dari sebuah perencanaan besar atau
bahwa pekerjaan itu menuju proses terwujudnya suatu yang besar. Aspek
yang paling memuaskan dalam bekerja seperti keramah tamahan sesame rekan kerja.
Kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan pekerjaan, dan
kehormatan yang diterima oleh rekan sepekerjaan.· Fungsi
psikologi dari pekerjaanFungsi
psikologinya yaitu: Lebih bisa mandiri, lebih kreatif berfikir logis.
Bahkan orang yang sudah mendapatkan banyak uang tidak akan mau mengurangi waktu
dan energy yang di habiskan oleh pekerjaan mereka.kemampuan karena kebutuhan
akan penghargaan dan penguasaan (Morgan,1972) 2. Proses dalam memilih perkerjaanAda
enam tahapan yang harus dijalani oleh seorang calon tenaga kerja, yaitu:1. Tahap penyerahan surat lamaran2. Tahap wawancara awal3. Tahap ujian psikotes (wawancara)4. Tahap penilaian akhir5. Tahap pemberitahuan wawancara akhir.6. Tahap penerimaan · Fase–fase identitas perkerjaanØ Ketertarikan
Ø Penghargaan
Ø Keakraban
Ø Kebosanan
3. Memilih
pekerjaan yang cocok
Memilih pekerjaan yang cocok memang tidak mudah, perlu proses dan harus memilih
dengan benar jika tidak, nanti menjalani pekerjaan itu malah malas-malasan.· Hubungan
antara karakteristik pribadi dan karakteristik pekerjaan dalam memilih
pekerjaan yang cocokØ
Karakteristik pribadi
Ø
Karakteristik pekerjaan
4. Waktu luangMenurut
Muhammad Adil Khithab berpendapat bahwa waktu luang adalah waktu bebas yang
oleh seseorang diisi sesuai dengan kegiatan yang dikehendakinya.Waktu
Luang memiliki beberapa pengertian, antara lain: Menurut Rabiltuz waktu luang
adalah waktu yang tersisa dari pekerjaan yang diharuskan atau sisa waktu
belajar atau waktu untuk melaksanakan kewajiban sehari-hari.Waktu
luang adalah waktu bebas yang tersisa dari serangkaian kegiatan kehidupan
sehari-hari atau setelah melaksanakan kewajiban dan kepentingan hidup.Waktu
luang tersebut bebas diisi dengan kegiatan yang diinginkan dan disukai.Ø Memanfaatkan waktu luang dengan positif bisasaja dengan
berolahraga, membaca buku, menghabiskan waktu bersama dengan keluarga atau
orang yang terkasih. Memanfaatkan waktu luang yang bermanfaat dan berguna.
sumber: http://dinda-dewi.blogspot.com/2013/05/tulisan-7-pekerjaan-dan-waktu-luang.html B.Self directed:Meningkatkan Kontrol Diri , mengepalkan
tangan selama beberapa saat bisa meningkatkan kontrol diri dan tekad anda saat
mengalami masa tidak menyenangkan. Orang yang menghadapi tugas tidak
menyenangkan mulai dari minum obat sampai mengatasi kabar buruk bisa mengurangi
masa-masa menyakitkan ini dengan menegangkan otot mereka. Menetapkan
suatu tujuan :Dua tahun lalu, ada yang menanyakan
kepadaku: “5 tahun lagi kamu akan menjadi seperti apa?”. Waktu itu saya
menjawab dengan tegas “saya akan mendirikan Reefoundation!”(Reefoundation
merupakan mimpiku untuk membuat suatu organisasi yang bergerak di bidang
social/lingkungan). Waktu itu saya yakin dengan kapasitasku waktu itu saya
mampu mewujudkan lima tahun lagi. Dan yang terjadi adalah sekarang aku mampu
mewujudkannya lebih cepat walaupun bertransformasi menjadi “Senyum Community”.Memang waktu awal
memimpikannya aku tidak terlalu berpikir kapan dan bagaimana mewujudkannya.
Namun ketika aku mampu menetapkan tujuanku, maka segala daya dan upaya akan
mengarahakan menuju tujuan kita. (seperti yang telah kita bahas di tulisan
sebelumnya)
Lalu bagaimana agar
kita bisa menetapkan tujuan dengan baik? Berikut ini mungkin beberapa langkah
yang bisa membantu kamu :
1.Pastikan bahwa itu yang benar-benar kamu
inginkan. Saat menentukan
Tujuan, pastikan bahwa itu sesuai dengan nilai-nilai hidup kamu. Yakinkan bahwa
itu benar-benar berasal dari dalam diri kamu, bukan orang lain.
2.Gunakan statement positif. Ekspresikan tujuan kamu secara positif.
Contohnya : “saya lulus kuliah tepat waktu (4 tahun)” daripada menggunakan
“jangan sampai lulus lebih dari 4 tahun”
3.Gunakan kalimat bahwa kamu seakan-akan
sudah mencapainya. Contohnya :
“Awal tahun 2015 saya sudah mempunyai 10 cabang Franchise di seluruh Indonesia”
4.Buat prioritas. Saat kamu menetapkan beberapa tujuan, beri skala
prioritas. Hal ini akan membantu kamu menentukan tujuan mana yang harus dicapai
lebih dahulu. Untuk lebih detail nanti akan kita bahas dalam posting yang lebih
mendalam
5.Tulis tujuan kamu. Salah satu rahasia orang-orang sukses adalah
menulis setiap tujuan mereka. Saat kita mulai menuliskannya maka secara tidak
langsung hal ini akan membantu kita mewujudkannya. Menuliskan sesuatu akan
membantu mengklarifikasi pemikiran dan mengkristalkan gagasan kamu
6.“lihatlah dari yang paling mungkin,
mulailah dari yang paling mudah dan LAKUKAN SEKARANG”. Yah, inilah saah satu kata ajaib yang saya temukan
saat mendirikan Senyum Community. Saat saya memulainya, saya mempunyai tujuan
besar, namun ternyata saya sadar untuk mendapatkan suatu yang besar kita harus
memulai mendapatkan yang lebih kecil dahulu. Think Big, Start small!
7.Tentukan tujuan berdasarkan proses, bukan
hasil akhir. Berhati-hatilah
dalam menentukan tujuan. Ingat tidak semua yang kit inginkan dapat tercapai.
Kegagalan adalah hal yang lumrah. Saat kita hanya mengingkan hasil akhir maka
kita akan kurang menghargai dari proses yang telah kita lakukan. hal inilah
yang terkadang membuat sebagian orang stress maupun depresi. Hargai setiap
capaian yang telah kamu lakukan, karena saat kamu sudah memulai untuk
menetapkan tujuan sebenarnya kamu sudah merupakan bagian dari tujuan kamu
tersebut.
8.Gunakan rumus SMART. Tentukan tujuan dengan Spesific (spesifik), Measurable
(dapat diukur), Attainable (dapat dicapai), Relevant (relevan), time bound
(dibatasi waktu). Contohnya : “saya sudah keliling 5 benua pada Desember 2020”.
Lebih detil lagi lebih bagus, Jangan sampai Cuma : “Saya ingin keliling dunia” Bagaimana cara
menyusun konsekuensi:Perusahaan sering kacau karena struk-turnya
semrawut. Alur perintah dan tang-gung jawab tidak jelas. Usaha pun lantas
terhambat. Permasalahannya? Boleh jadi sistem kendalinya lemah.Banyak perusahaan yang tidak efektif bu-kan
karena kondisi eksternal tetapi lan-taran struktur organisasinya kurang kokoh.
Struktur ini hendaknya mencerminkan apa yang menjadi sasaran perusahaan, dan
efisiensi pelaksanaan fungsi hendaknya menjadi patokan utama.Efisiensi ini bisa dicapai bila perintah dan
pe-nugasan oleh eselon manajer dapat segera dilak-sanakan oleh bawahan, dengan
proses antara seminim mungkin. Pengarahan, briefing, dan instruksi hendaknya
serba ringkas. Apa yang menjadi tanggung jawab bawahan pun hendaknya selalu
jelas.cara menetapkan evisiensi:Perencanaan
IntervensiPaling sedikit ada
tiga dasar pertimbangan di dalam merencanakan kegiatan intervensi:1.
Kesiapan klien
untuk melakukan perubahan Bisa dilihat ketika mengumpulkan data. Waktu
wawancara, ataupun ketika mengisi daftar pertanyaan dalam kuesioner kita bisa
menangkap gejala kesiapan ini. Dari jawaban-jawaban klien kita mengetahui
masalah-masalah yang perlu mendapat perhatian. Klien menyadari adanya masalah
dan bagaimana motivasinya untuk memecahkan masalah tersebut. Selain itu
kesiapan dapat pula diamati dari kesadaran klien akan adanya perbedaan dan
kesenjangan antara kedudukan organisasi pada saat sekarang dengan yang
diinginkan di waktu yang akan datang.Melihat dan
memahami kesiapan seperti diatas belum seluruhnya mengetahui sampai seberapa
jauh kesiapan tersebut bisa diukur. Untuk memastikan seberapa jauh kepastian
klien untuk melakukan perubahan, dapat diamati lebih lanjut ketika benar-benar
telah dilaksanakan perubahan. Disaat pelaksanaan intervensi, kita bisa memahami
siapa-siapa yang membantu dan menghalangi, siapa pula yang setuju dan yang
melawan, dan siapa pula yang siap melakukan perubahan dan siapa pula yang
enggan melakukannya. Pada tahap ini kita sekaligus mengetahui tingkat
perlawanan yang timbul dari anggota klien. Apa
yang dilakukan dalam proses evaluasi: A. PENDAHULUANEvaluasi proses
pembelajaran merupakan tahap yang perlu dilakukan oleh guru untuk menentukan
kualitas pembelajaran. Kegiatan ini sering disebut juga sebagai refleksi proses
pembelajaran, karena kita akan menemukan kelebihan dan kekurangan dari proses
pembelajaran yang telah dilakukan.
Dalam Permen No. 41 tahun 2007 tentang Standar proses dinyatakan bahwa evaluasi
proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara
keseluruhan, mencakup tahap perencanaan poses pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran
diselenggarakan dengan cara:
a. Membandingkan poses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar
proses.
b. Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan
kompetensi guru. B. EVALUASI
DIRI Evaluasi proses
pembelajaran dapat dilakukan oleh guru yang bersangkutan secara mandiri. Guru dapat menuangkan evaluasi yang telah dilakukannya dalam
jurnal refleksi pembelajaran. Guru dapat mengisi jurnal ini pada setiap
pelajaran yang telah diberikan/ diajarkan atau selama guru tersebut
melaksanakan pekerjaan sehari-harinya sebagai guru
Jurnal merekam renungan dan refleksi dari pikiran, seperti:
Jurnal merekam renungan dan refleksi dari pikiran, seperti:• Apa yang saya
ajarkan hari ini?
• Apa yang masih membingunkan bagi siswa?
• Apakah saya menemukan masalah dan issu yang tidak diharapkan?
• Apa jenis pembelajaran tingkat tinggi yang saya sampaikan?
• Apa jenis pembelajaran tingkat rendah yang saya sampaikan?
• Apakah siswa saya dapat menerima materi yang saya ajarkan?
• Apakah saya telah membelajarkan siswa?
• Bagaimana saya memperbaiki tehnik pembelajaran?
• Apa yang ingin dan perlu kuketahui lebih banyak lagi?
• Apa sumber belajar yang memberi ilham dan menyenangkan saya (photo, websites,
dll?
• Apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai?
• Apa yang masih membingunkan bagi siswa?
• Apakah saya menemukan masalah dan issu yang tidak diharapkan?
• Apa jenis pembelajaran tingkat tinggi yang saya sampaikan?
• Apa jenis pembelajaran tingkat rendah yang saya sampaikan?
• Apakah siswa saya dapat menerima materi yang saya ajarkan?
• Apakah saya telah membelajarkan siswa?
• Bagaimana saya memperbaiki tehnik pembelajaran?
• Apa yang ingin dan perlu kuketahui lebih banyak lagi?
• Apa sumber belajar yang memberi ilham dan menyenangkan saya (photo, websites,
dll?
• Apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai?Pada
proses pembelajaran tahun 2009/2010 telah dilakukan kegiatan supervisi sehingga
dapat dievaluasi segala kegiatan guru baik yang menyangkut pribadi guru maupun
kegiatan proses belajarnya. C.
EVALUASI KOLABORATIF Guru dapat melakukan evaluasi proses
pembelajaran secara kolaboratif. Kolaborasi dapat dilakukan dengan rekan guru
atau siswa.
D.
DOKUMENTASI PROSES PEMBELAJARAN Dalam
evaluasi proses pembelajaran, yang perlu diperhatikan juga adalah
mendokumentasikan berbagai hal yang menyangkut proses pembelajaran. Hal-hal
yang perlu didokumentasikan adalah:
1. Dokumen
silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)2. Dokumen hasil diskusi,
kliping, laporan hasil analis terhadap suatu masalah yang menunjukkan
keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar3. Dokumen pemanfaatan
berbagai fasilitas yang menunjukkan difungsikannya sumber-sumber belajar4. Dokumen yang menunjukkan
adanya kegiatan mengunjungi perpustakaan, mengakses internet, kelompok ilmiah
remaja, kelompok belajar bahasa asing (bahasa inggris, bahasa arab, bahasa
jepang, bahasa mandarin, bahasa perancis, dan lain-lain), mengunjungi sumber
belajar di luar lingkungan sekolah (museum, kebun raya, pusat industri, dan lain-lain)
yang menunjukkan adanya program pembiasaan mencari informasi/pengetahuan lebih
lanjut dari berbagai sumber belajar5. dokumen pemanfaatan
lingkungan baik di dalam maupun di luar kelas seperti kebun untuk praktek
biologi, daur ulang sampah, kunjungan ke laboratorium alam, dan sebagainya yang
menunjukkan adanya pengalaman belajar untuk memanfaatkan lingkungan secara
produktif dan bertanggung jawab6. Dokumen kegiatan
pekan bahasa, seni dan budaya, pentas seni, pameran lukisan, teater, latihan
tari, latihan musik, ketrampilan membuat barang seni, karya teknologi tepat
guna dan lain sebagainya yang menunjukkan adanya pengalaman mengekspresikan
diri melalui kegiatan seni dan budaya7. Dokumen kegiatan megunjungi pameran
lukisan, konser musik, pagelaran tari, musik, drama, dan sebagainya yang
menunjukkan adanya pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya8. Dokumen kegiatan
mengikuti pertandingan antar kelas, tingkat kabupaten / propinsi / nasional
yang menunjukkan adanya pengalaman belajar untuk menumbuhkan sikap kompetitif
dan sportif.9. Dokumen pembiasaan dan
pengamalan ajaran agama seperti aktivitas ibadah bersama, peringatan hari-hari
besar agama, membantu warga sekolah yang memerlukan.10.Dokumen penugasan latihan ketrampilan menulis siswa,
seperti: hasil portofolio, buletin siswa, majalah dinding, laporan penulisan
karya tulis, laporan kunjungan lapangan, dan lain-lain11.Dokumen laporan kepengawasan proses pembelajaran yang
dilakukan oleh kepala sekolah sumber: http://www.sergapntt.com/mengepalkan-tangan-bisa-meningkatkan-kontrol-diri/ http://dinda-dewi.blogspot.com/2013/05/tulisan-7-pekerjaan-dan-waktu-luang.html
http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/05/cara-jitu-menentukan-tujuan.html
http://rajapresentasi.com/2010/01/cara-membuat-struktur-organisasi-yang-efektif/
http://rodajaman.blogspot.com/2012/06/evaluasi-proses-pembelajaran.html